
MANCHESTER – Derby Manchester selalu datang dengan beban. Apalagi kali ini. Sabtu (18/1/2026) malam , Old Trafford kembali bergemuruh.
Manchester United menjamu Manchester City. Pukul 20.30 Wita. Disiarkan langsung. Disiarkan secara live di Vidio. Ditonton dunia.
Ini derby ke-198. Tapi bagi Michael Carrick, ini derby pertama. Dan langsung jadi ujian terbesar.
Carrick baru saja duduk di kursi panas. Interim. Sementara. Menggantikan Ruben Amorim yang tak bertahan lama. Baru sepekan. Tapi tekanannya seperti setahun.
MU sedang limbung. Tersingkir dari Piala FA. Kini hanya Premier League yang tersisa. Fokus penuh. Tidak ada alasan.
Klasemen pun tidak ramah. Peringkat tujuh. 23 poin. Tiga angka dari zona Liga Champions.
Menang bukan pilihan. Menang adalah keharusan.
Carrick justru terlihat menikmati situasi ini. Ia tidak menghindar. Tidak bersembunyi.
“Langsung menghadapi pertandingan sebesar ini di awal kedatangan saya di klub ini merupakan sesuatu yang membuat saya bergairah,” katanya.
Ia ingin segera ke Carrington. Ke lapangan latihan. Bertemu pemain. Bekerja. Tidak menunggu.
MU sedikit bernapas lega. Amad Diallo dan Bryan Mbeumo sudah kembali dari Piala Afrika. Opsi bertambah. Energi baru.
Di seberang, Manchester City datang dengan tenang. Terlalu tenang. Seperti biasa.
Pep Guardiola baru saja membawa timnya menang 2-0 di semifinal Carabao Cup. Ia tahu piala itu mungkin bukan segalanya. Tapi pengalaman mengajarkannya satu hal: kemenangan kecil sering membantu perburuan gelar besar.
City sedang percaya diri. Guardiola juga.
Ia memuji Haaland. Ia memuji Antoine Semenyo. Rekrutan anyar yang langsung mencetak gol. Efektif. Tanpa ribut.
Statistik pun memihak City. Guardiola menang 14 kali dari 26 derby. City tak terkalahkan dalam 13 laga terakhir.
Angka-angka itu berat. Tapi derby tidak pernah sepenuhnya soal angka.
Carrick tahu itu. Ia pernah di sini. Tahun 2021. Waktu singkat. Tapi cukup untuk menahan Chelsea. Mengalahkan Arsenal.
“Kami siap memberikan yang terbaik terutama bagi para suporter,” katanya.
Guardiola pun tidak meremehkan. Ia bahkan memuji. Terbuka. Tulus.
“Saya penggemar berat Carrick,” ucapnya. Disandingkan dengan Xabi Alonso dan Sergio Busquets.
Malam ini, Old Trafford bukan sekadar stadion. Ia panggung. Ia pengadilan.
Derby ini bukan hanya tentang Manchester United melawan Manchester City. Ini tentang Michael Carrick melawan keraguan.
Dan seperti semua derby, jawabannya hanya satu: 90 menit.(*)
Perkiraan pemain:
Manchester United (4-2-3-1): 31-Lammens (g); 2-Dalot, 5-Maguire, 6-Martinez, 23-Shaw; 18-Casemiro, 37-Mainoo; 19-Mbeumo, 8-Fernandes (c), 10-Cunha; 30-Sesko
Pelatih: Michael Carrick
Manchester City (4-1-4-1): 25-Donnarumma (g); 27-Nunes, 45-Khusanov, 68-Alleyne, 33-O’Reilly; 16-Rodri; 20-Bernardo, 10-Cherki, 47-Foden, 42-Semenyo; 9-Haaland
Pelatih: Pep Guardiola