
Juventus akan menjamu Como di laga ke-26 Serie A pada Sabtu (21/2/2026) malam. Laga yang berlangsung di Allianz Stadium, Turin itu bisa disaksikan secara live di channel Vidio mulai pukul 21:00 WIB.
Kondisi Juventus sedang tidak sedang baik-baik saja. Mereka baru pulang dari Turki pada Rabu (18/2/2026) dengan membawa kekalahan di kandang Galatasaray dengan skor 2-5. Juve tidak hanya takluk di babak playoff Liga Champions, tiga hari sebelumnya juga kalah di laga penting Serie A saat bertandang ke markas pimpinan klasemen Inter Milan dengan skor 2-3. Itu membuat posisi Juve di klasemen disalip AS Roma yang sehari berikutnya bermain imbang dengan Napoli. Juve kini berada di peringkat kelima dengan raihan 46 poin.
Sementara Como hanya terpaut empat poin dari Juve di peringkat keenam. Como baru saja menahan seri tuan rumah AC Milan 1-1. Como kerap menyulitkan tim-tim besar, setelah Cesc Fabregas sukses membuat timnya menerapkan taktik menyerang total.
Seperti apa sebenarnya kekuatan kedua tim ? Mari kita kupas lini per lini.
LINI DEPAN — Tajam, Kreatif, dan Penentu Gol
Juventus
Juventus saat ini mengandalkan beberapa penyerang yang sudah cukup mapan musim 2025-26. Kenan Yildiz menjadi winger/penyerang muda yang diandalkan mencetak gol musim ini. Mencatat delapan gol dan empat assist di Serie A sejauh ini, serta paling sering terlibat dalam peluang tim.
Penyerang utama Jonathan David sering mencetak gol penting (5 gol liga) dan membantu dalam build-up serangan.
Dusan Vlahovic dan Loïs Openda berada di skuat Juve, namun cedera/rotasi membuat peran mereka masih fluktuatif.
Kerja sama lini depan Juve dibangun atas pergerakan Yildiz yang sering menarik bek lawan menciptakan ruang bagi David dan Openda, serta dukungan dari gelandang yang menyuplai umpan terobosan.
Como
Skuat Como mengandalkan perpaduan kreativitas dan agresivitas. Gelandang serang Argentina, Nico Paz, mencetak delapan gol liga dan enam assist, menjadi maestro permainan serangan Como dan sering terlibat dalam hampir setiap serangan tim.
Striker utama Anastasios Douvikas juga menyumbang delapan gol Serie A musim ini. Álvaro Morata kadang tampil sebagai target man, dan memanfaatkan umpan dari Paz atau pemain sayap.
Kombinasi Paz dan Douvikas membuat Como punya lini depan yang berbahaya, sering mengancam lewat through ball ke ruang di belakang bek Juve.
LINI TENGAH — Tulang Punggung Serangan
Juventus
Lini tengah Juve cukup seimbang. Teun Koopmeiners dan Manuel Locatelli menjadi tulang punggung dalam pengaturan tempo serangan serta distribusi bola ke depan. Weston McKennie sering membantu pergerakan ke depan dan punya kontribusi assist serta gol.
Ketidakhadiran beberapa pemain karena fokus cedera di lini belakang membuat peran gelandang bertahan juga penting. Termasuk dukungan dari Fabio Miretti atau pemain rotasi lain jika diperlukan.
Como
Como dipenuhi kreativitas dari lini tengah. Maxence Caqueret, Máximo Perrone, dan Martin Baturina memberi keseimbangan antara penguasaan bola, pressing, dan forward passing ke trio penyerang. Lucas Da Cunha turut memberi dinamika dari sayap, dan membantu pertahanan saat diperlukan.
Kerja sama mereka sangat menentukan ritme serangan tim Cesc Fàbregas, meski terkadang kesulitan menahan bola jika Juve menekan tinggi.
LINI BELAKANG & KIPER — Stabilitas atau Titik Rentan?
Juventus
Michele Di Gregorio sebagai kiper punya peran penting dalam mematahkan serangan dan memberi kepercayaan di lini belakang. Gleison Bremer, Federico Gatti, Lloyd Kelly, dan Andrea Cambiaso menjadi benteng utama.
Cedera Emil Holm membuat pilihan bek kanan menipis, dan bisa memaksa rotasi lebih banyak.
Pertahanan Juve baru-baru ini sering kurang rapi. Terutama di area sayap ketika menghadapi serangan balik cepat lawan.
Como
Jean Butez menjadi kiper andalan yang sudah mencatat banyak clean sheet musim ini dan sering menghentikan peluang berbahaya. Bek-bek seperti Marc-Oliver Kempf, Álex Valle, dan Ivan Smolcic cukup kuat di duel udara, dan kuat dalam marking saat pressing lawan.
Pertahanan Como bisa rapuh jika menghadapi serangan yang dibangun lambat dan sabar. Sementara penanganan bola di area sendiri kerap diuji saat skema serangan Juve tertata.
STATUS CEDERA, SUSPENSI & KARTU
Juventus:
Cedera fullback Emil Holm dipastikan absen sekitar sebulan, serta kemungkinan sanksi untuk Pierre Kalulu dari kartu merah sebelumnya.
Kenan Yildiz sempat merasakan sedikit ketidaknyamanan aduktor, namun peluang dia tampil cukup besar meski ditimbang ketahanan fisiknya.
Como:
Tidak ada laporan cedera signifikan yang membebani tim sebelum pekan ini.
KUTIPAN PELATIH
Pelatih Juve sering menekankan pentingnya kehati-hatian taktik menghadapi klub yang tampil penuh semangat dan agresif.
Sementara pelatih Como, Cesc Fàbregas, sebelumnya memuji Nico Paz dan team spirit sebagai kunci dalam perlawanan terhadap Juve di pertemuan awal musim ini.
ANALISIS TAKTIK & PREDIKSI SKOR
Juventus secara statistik tetap lebih unggul dari sudut kualitas individu, skema permainan, dan produktivitas gol. Namun, Como bukan lawan yang bisa diremehkan. Terutama karena pertemuan sebelumnya di musim ini, mereka pernah menang atas Juve, yang menunjukkan mereka bisa memecah konsentrasi dan memaksimalkan peluang di fase ofensif.
Taktik Utama:
Juventus
Menekan tinggi dari lini tengah, memanfaatkan umpan terobosan Yildiz dan bergerak cepat di sayap untuk membuka ruang pertahanan Como.
Como
Mengandalkan pergerakan kreatif Nico Paz dan transisi cepat untuk mengeksploitasi celah di lini belakang Juve.
Prediksi skor:
Juventus 2–1 Como. Kemenangan tipis Juve. Namun, Como diprediksi memberi perlawanan sengit hingga menit akhir.(*)